Rabu, 15 Agustus 2012

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING DI KELOMPOK B RA FATIMATUZZAHRA YOSOREJO 02 TAHUN AJARAN 2011/2012

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani. Agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Perkembangan Motorik adalah perkembangan dari unsur pengembangan dan pengendalian gerak tubuh. Perkembangan motorik berkembang dengan kematangan syarat dan otot. Perkembangan motorik pada anak meliputi motorik kasar dan halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Widodo (2008) perkembangan motorik adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus yang berkoordinasi dengan otak dalam melakukan sesuatu kegiatan.Motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf, otot, otak, dan spinal cord. Motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya. Kedua kemampuan tersebut sangat penting agar anak bisa berkembang dengan optimal. Perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh organ otak.Lewat bermain terjadi stimulasi pertumbuhan otot-ototnya ketika anak melompat, melempar, atau berlari. Selain itu anak bermain dengan menggunakan seluruh emosi, perasaan, dan pikiranya. Pendidikan di Taman kanak-kanak (TK) dilaksanakan dengan prinsip “Bermain sambil belajar, atau belajar seraya bermain”. Sesuai dengan perkembangan, oleh sebab itu diharapkan seorang pendidik yang kreatif dan inovatif agar anak bisa merasa senang, tenang, aman dan nyaman selama dalam proses belajar mengajar. Dalam standar kompetensi kurikulum TK tercantum bahwa tujuan pendidikan di Taman Kanak-Kanak adalah membantu mengembangkan berbagai potensi anak baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian, dan seni untuk memasuki pendidikan dasar. Berdasarkan observasi di RA Fatimatuzzahra anak-anak menunjukkan keterlambatan dalam keterampilan motorik halusnya dalam kegiatan menggambar, yang ditandai dengan kurang trampilanya siswa dalam pengembangan kreativitas menggunakan media kertas dalam pembelajaran. Aktivitas anak dalam keterampilan menggerakan motorik halus dalam perkembangan menganyam dari kreativitas anak masih belum trampil dengan ketidakmaksimalan ini penyebabnya adalah pengelolaan kelas, yaitu penggunaan metode dalam menumbuhkembangkan kreativitas anak dalam meningkatkan ketrampilan motorik halusnya.Pendidikan di TK dalam pelaksanaan pembelajaran guru harus mempunyai kemampuan menyesuaikan metode sesuai dengan karakteristik tujuan anak yang diberi pembelajaran. Untuk pengembangan kemampuan dasar anak dilihat dari kemampuan fisik/motoriknya maka guru-guru RA Fatimatuzzahra akan membantu meningkatkan keterampilan fisik/motorik anak dalam hal memperkenalkan dan melatih gerakan motorik kasar dan halus anak, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi, serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat sehat dan terampil. Sedangkan kompetensi dasar motorik anak TK yang diharapkan dapat dikembangkan guru saat anak memasuki lembaga prasekolah/TK adalah anak mampu; Melakukan aktivitas fisik secara terkoordinasi dalam rangka kelenturan dan persiapan untuk menulis, keseimbangan, kelincahan, dan melatih keberanian. Mengekspresikan diri dan berkreasi dengan berbagai gagasan dan imajinasi dan menggunakan berbagai media/bahan menjadi suatu karya seni. Untuk mengembangkan kemampuan motorik anak TK, guru dapat menggunakan berbagai metode pembelajaran. Karakteristik mengembangkan kemampuan motorik anak di RA Fatimatuzzahra, melatih gerakan-gerakan kasar dan halus, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi, serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat. Lebih lanjut dalam menentukan metode untuk mengembangkan keterampilan motorik anak, guru memperhatikan tempat kegiatan, apakah di dalam ataukah di luar kelas, keterampilan apa yang hendak dikembangkan melalui berbagai kegaiatan, serta tema dan pola yang dipilih dalam kegiatan pembelajaran. Misalnya untuk pengembangan motorik halus anak yang bertujuan agar anak dapat berlatih menggerakan pergelangan tangan dengan menggambar dan mewarnai atau menggunting dan menempel maka guru dapat memilih kegiatan yang dilakukan didalam kelas. Namun, guru perlu menyediakan semua peralatan yang diperlukan setiap anak, seperti kertas, gunting pensil warna atau buku-buku untuk pola yang akan digunting anak, jumlah peralatan dan bahan diharapkan sesuai dengan jumlah anak sehingga setiap anak dapat berlatih sendiri-sendiri. Metode yang dipergunakan adalah metode kegiatan yang dapat memacu semua kegiatan motorik yang perlu dikembangkan anak seperti untuk kegaitan motorik halus anak dapat diberikan aktivitas menggambar, melipat, membentuk, meronce dan sebagainya. Berikut ini di RA Fatimatuzzahra perencanaan pengembangan motorik anak, dimana guru merencanakan bentuk evaluasi untuk pengembangan motorik halus anak. Tujuan kegiatan adalah untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak RA Fatimatuzzahra dengan kegiatan menggunting gambar. Dari kegiatan ini anak berlatih menggerakkan pergelangan tangan saat memegang kertas dan juga agar anak dapat menyalurkan perasaannya dan menciptakan keindahan. Topik yang dipilih adalah keterampilan menggunting. Kegiatan akan dilaksanakan di dalam kelas. Guru pun sudah merencanakan langkah kegiatan apa saja yang akan dilakukannya bersama anak- anak di kelas. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk mengambil judul “Peningkatkan Kemampuan Motorik Halus dalam Kegiatan Menggunting Melalui Metode Demonstrasi dan Pemberian Tugas Pada Kelompok B di RA Fatimatuzzahra Yosorejo 02 Tahun Ajaran 2011/2012” B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas dapat diidentifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Anak masih kaku dalam memegang gunting, cara menggunting anak belum sesuai pola yang diharapkan, dan hasil guntingan anak tidak mengikuti petunjuk guru. 2. Anak kurang tertarik melaksanakan kegiatan. 3. Perhatian anak kurang terpusat pada penjelasan guru. 4. Anak kurang konsentrasi pada kerjaannya. C. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian identifikasi dan analisis masalah dalam penelitian ini dikemukakan permasalahan sebagai berikut: 1. Apakah dalam kegiatan menggunting dengan media gambar dapat meningkatkan motorik halus anak pada Kelompok B RA Raudhotul Athfal Fatimatuzzahrah Yosorejo 02, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang? 2. Bagaimana cara meningkatkan motorik halus dalam kegiatan menggunting melalui kegiatan demonstrasi dan pemberian tugas pada Kelompok B RA Raudhotul Athfal Fatimatuzzahrah Yosorejo 02, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang? D. Tujuan Penelitian Tujuan yang jelas memberikan landasan untuk menunjang metode penelitian yang tepat dan pengelolaan penelitian. Berdasarkan perumusan masalah di atas maka penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak dalam menggunting di Kelompok B RA Fatimatuzzahra Yosorejo 02, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang Kelompok B Semester II. 2. Mengetahui langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru guna meningkatkan kemampuan motorik halus anak dalam menggunting di kelompok B RA Fatimatuzzahra Yosorejo 02, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang Kelompok B Semester II. E. Manfaat Penelitian Dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini proses pembelajaran dapat ditingkatkan sebab sangat berguna bagi anak didik, bagi guru, bagi sekolah. Manfaat perbaikan pembelajaran: 1. Bagi anak didik a. Memberikan pengalaman belajar yang bermakna. b. Dapat meningkatkan hasil belajar anak. 2. Bagi guru a. Sebagai pandangan serta perubahan yang lebih menarik dalam pembelajaran menggunting agar lebih efektif di dalam pembelajaran melalui metode demonstrasi dan pemberian tugas. b. Meningkatkan profesionalisme guru menjalankan tugas pembelajaran. 3. Bagi sekolah a. Memberikan masukan bagi peningkatan mutu pembelajaran di RA Fatimatuzzahra Yosorejo 02, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. b. Sebagai sarana pengembangan dan peningkatan profesionalisme guru. 4. Bagi orang tua Memberi wawasan baru bagi orang tua dalam mengembangkan kemampuan menggunting anak di lingkungan keluarga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut